"Nothing has been invented yet that will do a better job than heels at
making a good pair of legs look great, or great ones look fabulou" -Stuart Weitzman
Platform adalah suatu istilah pada sepatu yang menjadi bagian dari sole. Platform terletak pada bagian depan sepatu, terutama high heels. Platform selain berfungsi sebagai nilai estetika, juga memiliki fungsi agar pengguna sepatu berhak cukup tinggi tidak mengalami kesakitan atau kelelahan akibat terlalu berjinjit. Platform pada high heels terbagi atas tiga jenis, yaitu no platform, platform, dan hidden platform.
1. No Platform
Sepatu tanpa platform akan terlihat sangat tegak pada bagian insole. Antara telapak kaki bagian depan terutama jari kaki dengan tanah hanya dipisahkan oleh lining dan sole.
2. Platform
Sepatu dengan platform selain berfungsi untuk mengurangi derajat kemiringan tekukan kaki dengan tanah juga dapat membuat heels semakin tinggi. Biasanya platforms sangat digemari oleh wanita-wanita yang ingin terlihat tinggi. Antara sepatu dengan platform terlihat jelas batas dan garis perlekatannya
3. Hidden Platform
Hidden platform memiliki fungsi yang sama dengan platform. Perbedaannya adalah bagian platform pada hidden platform dilapisi oleh vamp yang terus menutupi hingga bagian sole. Sehingga batas dan garis perlekatan platform terhadap sepatu tidak terlihat.
"High heels are pride and privilege, the passkey to decadence"- Karen Heller
Sole atau bagian sepatu terbawah yang bersentuhan langsung memiliki ragam jenis berdasarkan tinggi, fungsi, dan nilai estetikanya. Beberapa wanita menyukai, bahkan menggilai sepatu-sepatu dengan tinggi hak (heels) mencapai 14 sentimeter tanpa mengetahui jenis heels tersebut. Berikut dijabarkan jenis-jenis heels pada sepatu pria maupun wanita.
1. Flat Heels
Flat heels atau sepatu beralas datar biasanya banyak disukai karena
nyaman dan tidak menyakitkan bagi kaki. Flat heels juga biasa
dikategorikan sebagai sepatu untuk acara santai seperti liburan,
jalan-jalan, atau sekadar pergi bermain ke suatu tempat.
2. Kitten Heels / Baby Louis Heels Kitten heels merupakan hak dengan tinggi antara 3-5 sentimeter saja. Kitten heels sangat digemari oleh wanita-wanita bertubuh jangkung yang tidak ingin terlihat lebih tinggi daripada prianya. Kitten heels juga biasa dijadikan sebagai sepatu formal yang nyaman tapi juga glamor sehingga cocok untuk dijadikan sepatu kantor atau bahkan pergi ke pesta.
3. Glinda Heels Glinda heels merupakan sepatu dengan
hak yang terbuat dari plastik dan transparan. Glinda heels terinspirasi
dari dongeng cinderella. Glinda heels masih menjadi favorit bagi wanita
yang menyukai gaya vintage namun tetap glamour.
4. Column HeelsColumn heels merupakan opsi yang cukup disukai wanita pencinta high heels karena memberikan nilai estetik yang cukup manis pada bagian heels. Selain itu column heels lebih nyaman dipakai. Sayangnya, column heels tidak memberikan efek seksi pada kaki.
5. Cone Heels Cone heels merupakan hak berbentuk bulat yang mengerucut ke bawah. Cone heels memberikan efek lebih nyaman dibandingkan stiletto karena tumpuan tumit pada sepatu lebih luas. Selain itu biasanya bagian top piece pada cone heels tidak runcing. Sehingga bidang pijakan pada tanahnya pun menjadi lebih luas.
6. Prism Heels Prism heels pada dasarnya hampir menyerupai cone heels. Hanya pada prism heels, bentuk heel seat mengikuti bentuk sepatu bagian belakang kemudian diiris secara datar pada bagian tengah sehingga terlihat seperti prisma lalu mengerucut ke bagian bawah. Fungsi prism heels sama seperti cone heels, yaitu memberikan kenyamanan yang lebih daripada menggunakan stilettos.
7. Cuban Heels / Stacked HeelsCuban heels merupakan hak sepatu yang biasa diaplikasikan pada sepatu pria dan wanita. Cuban heels berbentuk besar mengikuti bentuk tumit dari sepatu. Luas pada bagian heel seat sama dengan luas pada bagian top piece. Meskipun disebut sebagai sepatu hak tinggi yang paling tidak seksi, namun cuban heels masih digemari terutama oleh wanita dengan aktivitas padat.
8. Spool Heels / French Heels / Louis Heels / Flare HeelsSpool heels berbentuk lebar pada bagian atas kemudian mengecil pada bagian tengah hingga melebar lagi pada bagian top piece. Spool heels didesain hanya untuk nilai estetika, fungsinya sendiri kurang lebih sama dengan cone heels dan prism heels.
9. Chunky Heels / Block Heels Chunky heels merupakan hak sepatu dengan lebar heel seat sesuai dengan lebar bagian tumit pada sepatu kemudian hanya sedikit sekali meruncing ke bagian bawah. Chunky heels memberikan kenyamanan karena bidang pijakan kaki dan terhadap tanah lebih luas. Selain itu, chunky heels tetap terlihat modis dan glamor melekat pada sepatu.
10. Lug Heels Lug heels adalah sepatu dengan bagian sole bergerigi. Lug heels berusaha untuk menambahkan gesekan antara sepatu dengan tanah sehingga sepatu menjadi tidak licin dan cocok untuk aktifitas yang agak "liar". Lug heels biasa diterapkan pada sepatu-sepatu hiking atau kegiatan alam.
11. Stiletto Heels / Spike HeelsStiletto heels disebut-sebut sebagai kecantikan sempurna dari seluruh jenis sepatu berhak tinggi. Stiletto heels sendiri memiliki top piece yang sangat ramping dengan heel seat yang juga ramping. Meskipun banyak yang menyebutkan bahwa stiletto berbahaya bagi kesehatan, nyatanya penggembar stiletto heels terus bertambah. Terutama wanita yang ingin memperlihatkan kakinya yang ramping. Stiletto sangat tidak nyaman untuk dijadikan alternatif sepatu untuk jalan-jalan dalam jangka waktu panjang.
12. Wedge Heels Wedge heels merupakan sepatu hak yang datar pada bagian outsole dan meninggi pada bagian belakang insole. Wedge heels digemari oleh wanita karena nyaman dan tetap mempercantik diri. Wedge heels cocok untuk segala event, tergantung pada desain upper-nya.
13. Flanged Heel Merupakan jenis dari wedges namun flanged heel memiliki tinggi insole yang sama dari depan ke belakang. Flanged heel nyaman dipakai karena permukaannya yang datar. Flanged heel juga memberikan efek penambah tinggi badan yang banyak dipilih sebagai solusi untuk berjalan-jalan santai.
14. Fitness HeelsPada dasarnya sporty heels dibuat untuk menunjang kebutuhan saat berolahraga. Dengan desain yang menawarkan efisiensi dan akselerasi pergerakan, sporty heels kini dikenalkan pula untuk bergaya.
15. Half Wedge Heels/ Heels Less Half Wedge Heels atau biasa disebut sebagai heels less ini merupakan salah satu inovasi wedges yang menjadi trend sejak tahun 2011 akhir. Heels less tidak memiliki heels pada bagian belakang, melainkan meninggi pada bagian platform saja. Banyak yang menyebutkan bahwa heels less tetap nyaman dipakai meskipun bentuknya yang terlihat kurang seimbang. Namun, siapa tahu? Berani mencoba?
16. Decorative Heels Decorative heels merupakan sepatu dengan heels yang bermacam-macam tergantung pada daya imajinasi pembuat sepatu. Biasanya kurang mengutamakan kenyamanan, melainkan hanya untuk sekadar menjunjung nilai estetikanya saja. Penjabaran di atas hanya persepsi satu arah dari saya. Siapa bilang sepatu hanya sekadar alas kaki. Sepatu kini telah menjadi kebutuhan pelengkap penampilan.sumber : http://shoesglossary.com http://izzilove.wordpress.com/2012/02/06/my-shoes-and-i/
"A women with good shoes is never ugly. They are the last touch of elegance" - Coco Chanel
Kualitas sebuah sepatu tidak lepas dari bahan dasar dan pembuatan sepatunya. Nilai jual biasanya ikut dipengaruhi oleh kualitas sepatu itu sendiri, di samping faktor-faktor lainnya. Namun saya berpendapat, bahwa kenyamanan sepatu meningkatkan percaya diri sang pemakainya.
Bahan dasar sepatu :
Kulit Sepatu yang terbuat dari kulit bisa berasal dari kulit hewan atau kulit sintetis. Sepatu yang terbuat dari kulit hewan biasanya cenderung jauh lebih mahal, apalagi yang terbuat dari hewan-hewan berkulit eksotis seperti ular dan buaya. Meskipun begitu, banyak sepatu yang terbuat dari olahan kulit yang harganya jauh lebih murah seperti suede (beludru), full grain, nappa, brush off, milling, dan nubuck.
sumber : http://ilmuretail.com/artikel_produk/sepatu1.php
Kulit sintetis sendiri terdiri dari tiga jenis bahan pembuatan, yaitu polyvinyl urethen (PU), polyvinyl chloride (PVC), thermo plastic rubber (TPR), rubber, dan ethylen vinyl acetate (EVA) atau yang sering disebut sebagai spon. Kelimanya memiliki kelebihan masing-masing. Sepatu yang terbuat dari bahan PU biasanya lebih mahal karena kualitas PU sedikit mendekati kualitas kulit asli. Bahan PU juga lebih ringan dibandingkan bahan-bahan seperti PVC dan TPR. PVC sendiri sudah hampir tidak pernah ditemukan dijadikan sebagai bahan pembuatan sepatu akhir-akhir ini. TPR paling sering digunakan untuk alas sepatu (sole) terutama pada sepatu formal pria. TPR cukup ringan dan lebih lentur apabila dibandingkan dengan PU. Rubber sesuai dengan arti Indonesianya merupakan karet. Sepatu yang terbuat dari rubber biasanya ringan dan anti air sehingga sering pula digunakan sebagai bahan pembuatan sepatu. Yang terakhir, bahan EVA atau spons merupakan bahan yang paling ringan namun kaku. EVA sendiri biasanya tergolong sebagai karet dengan kualitas kurang baik.
Kain Sepatu-sepatu dengan bahan kain biasanya lebih mudah untuk dibersihkan karena dapat dicuci seperti mencuci baju. Jenis-jenis kain yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat sepatu adalah kanvas, nilon, satin, dan masih banyak lainnya. Kain biasanya lebih sering sebagai bahan sepatu bagian atas (upper) dan mempercantik sepatu. Selain karena beratnya yang ringan, sepatu kain juga biasanya menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari karena pilihan warnanya yang beraneka ragam.
Kayu Kayu pada sepatu lebih sering dijadikan sebagai alas (sole) dibanding penutup kaki (upper). Hal ini dikarenakan kayu sangat kaku sehingga sulit sekali untuk dibentuk mengikuti lekuk kaki. Namun belakangan banyak juga sepatu yang didesain unik dengan cara dipahat sehingga berbentuk layaknya sepatu pada umumnya. Jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan sepatu adalah mahoni. Selain karena karakternya yang ringan, mahoni juga awet sehingga cocok untuk dijadikan clogs atau jenis sepatu lainnya.
Jenis tumbuhan tertentu Beberapa jenis tumbuhan seperti karet, akar-akaran, dan lainnya mulai dijadikan tren pembuatan sepatu akhir-akhir ini. Namun belum ada sumber pasti yang mengungkapkan pembuatan sepatu dari jenis-jenis tumbuhan apa saja dan bagaimana.
sumber : http://ilmuretail.com/artikel_produk/sepatu1.php
"Shoes
are like friends, they can support you, or take you down" - Anon
Bagian-bagian sepatu :
Bagian-bagian pada sepatu pada dasarnya sama. Perbedaannya hanya pada modifikasi sepatu yang mengakibatkan salah satu atau beberapa bagiannya hilang. Hal ini bergantung pada fungsi sepatu itu sendiri
Berikut penjabaran bagian-bagian sepatu :
Sole : Seluruh bagian terbawah dari sepatu. Sole terdiri dari dua bagian, yaitu insole dan outsole. Insole adalah bagian yang bersentuhan dengan telapak kaki sekaligus pemisah antara tumit dengan bagian heel seat. Biasanya insole merupakan bagian yang berfungsi untuk menyamankan kaki sehingga telapak kaki tidak pegal meskipun pemakaian dengan jangka waktu yang panjang. Selain itu outsole adalah bagian yang bersentuhan langsung dengan tanah
Upper : Seluruh bagian teratas dari sepatu yang melindungi kaki bagian atas.
Heel : Tumpuan tumit pada bagian belakang sepatu yang biasanya bisa datar atau meninggi. Heel sendiri terbagi atas dua bagian, yaitu top piece dan heel seat. Top piece adalah bagian terbawah dari heel yang langsung bersentuhan dengan tanah. Heel seat adalah bagian heel yang bersentuhan dengan tumit dan menghubungkan tumit hingga top piece tergantung pada tingginya.
Counter : Bagian tumit sepatu bagian dalam yang menutupi tumit kaki bagian belakang.
Vamp : Bagian dari upper yang meenjadi penutup bagian atas kaki.
Toe box : Bagian dari upper yang menjadi penutup jari-jari kaki.
Tongue : Bagian dari upper yang menjadi penutup bagian atas kaki. Sifatnya sama dengan vamp hanya saja tongue merupakan bagian yang dijahit menjulur secara terpisah, biasanya terdapat pada sepatu olahraga, atau jenis-jenis sepatu bertali.
Bagian-bagian sepatu secara lebih detail :
Secara lebih detail, sepatu memiliki bagian-bagian yang cukup rumit seperti gambar di atas. Bagian tambahan beserta fungsinya dijabarkan sebagai berikut :
Flex Point : Bagian sole yang merupakan titik fleksibel pada sepatu. Flex Point akan memudahkan dan membuat pengguna sepatu nyaman bergerak terutama apabila pengguna bertumpu pada jari-jari kakinya (baca : jinjit).
Tread : Bagian sole yang merupakan titik keempukan dari sepatu. Tread menyebabkan tumit menjadi lebih rileks saat melakukan aktifitas pergerakan.
Stabilizing Bar : Bagian sole yang berfungsi menjaga keseimbangan pengguna.
Achilles Notch : Bagian uper yang berfungsi menyamankan kaki bagian belakang. Sepatu yang baik dengan achilles notch tidak akan membuat pengguna mengalami kapalan atau penebalan kulit pada bagian belakang kaki akibat penggunaan dalam jangka waktu panjang.
Selain daripada bagian-bagian sepatu di atas, ada beberapa bagian sepatu yang terdapat hanya pada beberapa jenis sepatu saja. Seperti halnya, shank yang terpasang antara sole dan insole ke arah depan biasanya terdapat pada sepatu-sepatu khusus yang mengutamakan keamanan. Pada dasarnya bagian-bagian sepatu berfungsi untuk melindungi kaki, menyamankan kaki, serta menambah kualitas dan nilai penggunanya.